1. Mahal = Bagus
Biar terkesan mahal, naikkan harganya terus kasih discount.
Pembeli merasa senang mendapat 'barang mahal' dan 'diskon' an.
Konsumen lebih senang membeli Kaos Rp 90.000 dengan disc 50 %, daripada membeli kaos seharga Rp. 45.000 tanpa diskon.
Baik diterapkan untuk toko busana, toko perhiasan, souvenir , cindera mata. Apalagi tokonya di mall, di bandara. Jangan ragu kasih harga mahal + diskon. Pembuatan diskonnya juga ada caranya.
Caranya dengan mengikutkan event- event tertentu :
' Dalam rangka........ ' ,
' Memperingati ..... kami berikan diskon ...'.
Contoh : ' lebaran dah dekat , baju baru, diskon gede'. ' Dalam rangka ulangtahun toko ke 100 kami berikan diskon 100 % *skb ' atau ' Dalam rangka ulang tahun kucing ...'
2. Timbal Balik
Berikan lebih dahulu maka anda akan diberi.
Misalkan anda mempunyai bengkel mobil, Gratiskan ongkos Ganti Olie, maka konsumen akan membeli olienya ditoko anda. Cek angin ban, bila kurang tambah anginnya sebagai free service .
Hal sepele namun memberi kesan lebih bagi konsumen. ' Angkringan Cak Manto, free Wifi '. Ada sebuah bengkel kaki-kaki yang sukses di jogja 'bengkel kaki-kaki Mas Pa'i, garansi 3 bulan (jogja) ' ramai, karena memberikan excellent service yang mampu digaransikan.
Apalagi dalam dunia IT, ada slogan " Gratiskan Daganganmu "Google, Yahoo bersaing untuk menggratiskan search engine, email account, map, Alibaba, Ebay portal retail dan wholesale gratis. Google, Yahoo, Alibaba, Ebay dan portal gratis lainnya dapet makan dari Iklan dan Fee, yang nilainya Milyaran.
3.Ikut-Ikutan Yang Penting Ramai Dahulu
Pernah anda ikut-ikut sekedar ingin tahu ketika ada orang berkerumun menonton sesuatu ?
Ikut-ikutan lihat barang di Mall yang dikerumunin orang ?
Ikut-ikutan memperlambat jalan ngelihat kerumunan orang lagi nonton mobil kecemplung selokan ?
Itulah sifat manusia, ingin tahu saja. Jadi kalau Anda mau launching harus rame. Agar rame harus saat pembukaan harus Aneh, ada Penawaran, Menarik dan Dipercaya.
Anda bisa menggunakan strategi Mie + Teh Botol Rp. 7000, Beli emas dapet Payung seharga 40.000. Cuci Ulang Mobil Gratis, kalau besok hujan. Cuci mobil gratis. Biarkan antrian mobil yang mo gratis nyuci parkir diluar atau badan jalan yg akan jadi biang kemacetan. Maaf pak Polisi, ngajarin macet. Jadinya pengendara yang lain akan bertanya " Ada apa sih kok tumben macet? ... Ooo ada Gratisan Nyuci Mobil/Motor ya, ikutan ah". Gratis 1 Porsi Buat teman ke 4 mu. Beli 3 gratis 1. Keuntungan 3 Porsi makanan > dari harga 1 Porsi.
Nah, kalau rame orang datang, maka orang-orang yang tadinya cuman sekedar lewat jadi penasaran lihat kerumuman ditempat yang baru.
4. Perbandingan
Orang senang yang kecil dahulu.
Marketing, yang penting datang dulu (yang terkecil). Saya mau tanya tolong dijawab dari hati kecil yang paling dalam.
Pedagang Narkoba, coba dulu sedikiiit saja. Kalau sudah suka , akan kecanduan, kalau sudah kecanduan, harga berapapun dibeli.
5. Perbandingan Dan Keterbatasan
Relativitas mahal dulu baru yang Murah. Yang Sulit dulu baru yang gampang.
Dalam menawarkan produk, Tawarkan Yang Susah dahulu Baru yang Gampang.
Pengaturan Display toko atau autlet , display yang bagus dan mahal, barang yang dibelakang murah. Bisa juga ilmu perbandingan ini untuk menyuruh anak dengan memberi pilihan " Mau tidur jam setengah sembilan atau jam sembilan ?" bisa dipastikan milih jam sembilan. Nah kalau sudah jam sembilan, nggak usah diperintah hanya mengingatkan pilihannya sianak akan berangkat tidur sendiri. Dalam hal keterbatasan orang akan bersaing dengan keterbatasan. Rela antri untuk beli Tiket Bola Piala. Indonesia ... Indonesia ... Indonesia. Teknik lelang. Iklan " Dijual mobil Avansa 2010, harga awal 90 jt, tapi 75 jt saya jual " . Saya hanya bisa ditemui jam 17:30 s/d 18.00 di rumah, jl Angkasa 456.
Maka akan banyak orang yang datang. Karena banyak yang datang saya tidak enak untuk memilih salah satu diantara yang datang.
Maka sebagai jalan tengahnya yang berani memberi penawaran yang tertinggi dia pembelinya.
SUMBER
Showing posts with label Tips. Show all posts
Showing posts with label Tips. Show all posts
Tuesday, 6 August 2013
Friday, 7 June 2013
Buat Merk Bisnismu Jadi Trendy Yuk !
Bagi para pemasar dan komunikator, trend mengarahkan purchasing decision (keputusan membeli) pelanggan. Tapi apa yang membuat sebuah merek trendy dan tangguh? Kathy Bloomgarden CEO Ruder Finn memaparkannya dalam sebuah artikel di Forbes berkut ini.
Apple merupakan merek ikonik yang terlihat mampu menumpulkan semua ancaman, mengatur ‘panggung’nya untuk mengakomodasi keinginan besar para konsumennya akan gaya dan tampilan manis sehari-hari. Apple memimpin peringkat nilai merek global dan mempertahankan reputasinya sebagai inovator meskipun muncul produk kompetitif dan serangkaian isu.
Jadi apa passion dan titik pangkal untuk membangun merek sebagai trend dan memungkinkannya menetap di hati masyarakat? Ada beberapa titik kritis yang perlu kita ingat:
Bentuk ikatan emosi mendalam. Untuk memahami apa yang mengarahkan trend pasar massal, pertama kita harus mempertimbangkan konsumen secara individu dan apa yang mempengaruhi mereka. Keputusan pembelian adalah hal yang personal, disetir oleh emosi yang terhubung dengan identitas kita. Misalnya, kita ingin menjadi siapa dan apa yang menurut kita menarik. Merek yang terhubung dengan emosi seperti itu membentuk ikatan yang mendalam dengan konsumen.
Memberdayakan pengaruh sosial. Berdasarkan hasil studi terbaru Crowdrap, 92% konsumen percaya dan dipengaruhi oleh teman, keluarga, dan kolega mereka – daripada berbagai bentuk iklan – ketika membuat keputusan pembelian. Kita percaya kepada mereka yang kita kenal karena teman dan keluarga mengerti nilai kita dan kita percaya dengan saran mereka yang murni dan baik untuk kita.
Kanal relevansi budaya. Relevan dengan dialog kultural dan menapaki berita sosial adalah aspek penting untuk membawa sebuah merek ke permukaan di antara para konsumen. Film Baz Luhrmann “The Great Gatsby” beresonansi dengan masyarakat yang menyukai hiburan, membuat headline, dan menjadi topik pembicaraan di jejaring sosial global.
Menunggangi ketenaran film tersebut, muncul beberapa merek yang meluncurkan fashion terinspirasi tahun 1920 di situs web mereka. Merek-merek tersebut di antaranya Tiffany’s, Bloomingdale dan Rue La La.
Intinya? Komunikasi yang berani dan inisiatif pemasaran yang secara mendalam menyentuh hubungan pribadi, memicu respon masyarakat, dan terhubung ke berita budaya memiliki potensi untuk sukses besar dalam budaya yang fokus pada trend saat ini.
sumber : http://www.marketing.co.id
sumber : http://www.marketing.co.id
Tips Membuat Gambar Sering RE-PIN Di Pinterest
Ingin mendapatkan repin lebih banyak untuk gambar-gambar merek Anda? Curalate memberikan hasil penelitian yang berguna bagi para pemasar merek di Pinterest.
Berdasarkan analisis visual dan platform pemasaran Curalate, gambar merek di Pinterest 23% cenderung di-repin jika gambar tersebut bukanlah gambar yang mengandung unsur wajah.
Menggunakan algoritma yang disesuaikan untuk mengevaluasi lebih dari 500.000 gambar-gambar Pinterest, Curalate meneliti bagaimana sebuah karakteristik visual gambar mempengaruhi aktivitas media sosial.
Studi ini mengkaji 30 karakter visual gambar yang berbeda termasuk warna, tekstur, pencahayaan, dan kejenuhan. Hasilnya, gambar yang kaya warna lebih disukai. Sedangkan gambar yang mengandung warna merah, oranye, dan coklat dua kali lebih banyak di-repin daripada biru.
Gambar dengan pencahayaan medium 20 kali lebih mungkin di-repin daripada gambar gelap, dan 8 kali lebih mungkin di-repin daripada gambar sangat terang.
Studi juga mengonfirmasi bahwa gambar merek yang kurang mengandung unsur wajah mendapatkan pin lebih banyak. Hasil tersebut juga mencatat bahwa Pinterest memiliki 4,25 kali gambar tanpa wajah daripada gambar dengan wajah.
Gambar lain yang lebih banyak di-repin adalah gambar dengan gaya vertikal “portrait” dengan rasio aspek 2,3 hingga 4,5 daripada gambar dengan bentuk panjang dan lebar. Gambar dengan beberapa warna dominan lebih banyak di-repin 3,25 kali dibanding dengan gambar dengan satu warna.
Dan gambar dengan tingkat kejenuhan 50% di-repin empat kali lebih banyak dibanding gambar dengan tingkat kejenuhan 100%, dan 10 kali lebih banyak dibanding dengan gambar yang sangat jenuh.
sumber : http://www.marketing.co.id
Pelajari Hal Yang Membuat Bisnis Stagnan
Sebagian besar orang memilih berbisnis karena beranggapan bahwa dengan demikian mereka lebih memiliki kebebasan mengatur waktu sendiri. Memang kebebasan sudah menjadi motto di antara para pemilik bisnis, namun hanya sebagian kecil dari mereka yang benar-benar merasa bebas. Alih-alih menjalankan bisnis, banyak dari mereka yang justru dikuasai oleh bisnisnya sendiri.
Mereka memiliki resep jitu untuk apa pun kecuali untuk kebebasan. Bisnis yang mereka miliki merupakan siklus yang sulit membuat mereka istirahat kecuali mereka bisa mengendalikannya.
Berikut adalah beberapa kesalahan terbesar yang dilakukan pengusaha:
Kesalahan pertama: Mengiyakan semuanya
Ketika Anda gagal mengatur batasan waktu. Anda rugi sendiri. Bedakanlan antara mengetahui peluang dengan membuang-buang waktu dan tenaga. Atasi masalah ini dengan penjadwalan waktu. Apakah itu untuk menyelesaikan proyek, memeriksa email atau mengelola bisnis. Ketika sebuah undangan datang dan tidak memiliki potensi besar pada bisnis, tolak dengan sopan. Menetapkan batas dapat memberikan kontrol secara keseluruhan dan dapat memiliki dampak yang dramatis pada produktivitas Anda.
Kesalahan kedua: Menghindari teknologi baru
Internet menawarkan banyak kesempatan bagi bisnis dari pada sebelumnya. Anda dapat kehilangan kesempatan besar jika tidak merangkul mereka. Setidaknya Anda harus memiliki sebuah situs web yang dioptimalkan. Pertimbangkan untuk menambahkan blog sebagai pelengkap, serta keterlibatan media sosial melalui Facebook, LinkedIn, Twitter dan lainnya.
Kesalahan ketiga: Melakukan semuanya sendiri
Para pengusaha cenderung ingin kendali penuh dari bisnisnya. Hal itu karena mereka berkeyakinan bahwa “Tidak ada yang lebih baik dari saya.” Padahal, dalam beberapa kasus itu merupakan sikap yang membuat bisnis jalan di tempat. Jika ingin mengembangkan bisnis, Anda harus mendelegasikan beberapa pekerjaan ke orang lain. Hal itu memungkinkan Anda untuk fokus pada apa yang akan dilakukan selanjutnya. Setelah menyerahkan beberapa pekerjaan ke orang lain, Anda benar-benar mulai menciptakan kebebasan dalam hidup.
Kesalahan keempat: Menanti hingga kondisi keuangan kuat
Perusahaan-perusahaan besar biasanya menginvestasikan minimal 10% dari pendapatan mereka ke dalam kegiatan pemasaran. Anda pun seharusnya begitu. Mulailah menyisihkan 10% dari keseluruhan pendapatan dan investasikan uang itu ke dalam strategi pemasaran untuk memperluas bisnis Anda.
Kesalahan kelima: Tidak mau belajar
Waktu berubah begitu cepat. Teknologi baru, pergeseran ekonomi, dan perubahan dalam cara keluarga menjalani kehidupan sehari – hari, memaksa bisnis untuk berubah. Melanjutkan pendidikan dalam industri terkait sangatlah penting agar tetap kompetitif di dunia yang cepat berubah. Sisihkanlah waktu Anda untuk mengambil kelas, membaca buku, berpartisipasi dalam asosiasi perdagangan terkait serta membaca blog dan publikasi yang akan membantu mempertahankan keunggulan kompetitif.
Kesalahan keenam: Membayangkan liburan tahun depan
Tanda umum bisnis berkembang ialah ketika Anda berhenti memikirkan liburan. Jika bisnis ini berhenti saat si kecil libur sekolah, Anda sakit atau memiliki ide untuk pergi berlibur, maka sudah saatnya Anda mengambil beberapa perubahan besar. Mulailah dengan semua proses yang sedang berkembang dan mencari tahu bagaimana Anda dapat mendatangkan bantuan. Apa pun itu, jadikan prioritas utama guna merebut kembali kebebasan dan memetik hasil dari kerja keras Anda.
Tetap melakukan itu-itu saja
Segala upaya yang telah dilakukan dulu telah membuat Anda seperti sekarang ini. Tapi cara itu belum tentu membuat Anda berkembang lebih jauh lagi. Jika Anda menginginkan lebih banyak waktu, menghasilkan lebih banyak uang, dan terus mengembangkan bisnis, maka strategi bisnis Anda perlu bergeser.
Untuk berpindah dari satu tingkat ke tingkat berikutnya, tindakan yang dilakukan setiap bisnis akan berbeda. Hali ini bisa menyangkut tentang membangun kekuatan penjualan, mempekerjakan karyawan tambahan guna mendapatkan lebih banyak dukungan, meningkatkan kapasitas produksi, atau meluncurkan produk dan layanan baru. Intinya adalah perubahan sangatlah penting untuk berpindah dari satu tingkat ke tingkat berikutnya. Merangkul perubahan akan benar-benar menciptakan kebebasan bagi Anda.
sumber : http://www.marketing.co.id
sumber : http://www.marketing.co.id
Tuesday, 26 February 2013
Pebisnis Pemula Waspadai 5 Kesalahan Ini !
Seorang wirausaha dikenal memiliki banyak sisi yang berkaitan dengan kualitas. Dari ketekunan, keterampilan, kepemimpinan, perilaku yang baik, dan banyak aset, akan membimbing mereka menjadi sukses.
Namun, beberapa pengusaha sukses pun tak luput dari kesalahan, bahkan tak jarang membuat mereka terpuruk. Wirausahawan sejati akan kembali bangkit dari keterpurukan itu dan kembali sukses.
Namun, beberapa pengusaha sukses pun tak luput dari kesalahan, bahkan tak jarang membuat mereka terpuruk. Wirausahawan sejati akan kembali bangkit dari keterpurukan itu dan kembali sukses.
Penulis "How They Did It: Billion Dollar Insights from the Heart of America," Robert Jordan, telah mempelajari berbagai perilaku wirausahawan. Ia mencatat, ada lima kesalahan para pebisnis pemula. Berikut lima catatan kesalahan para wirausahawan dalam mengembangkan bisnis, seperti dilansir Blackenterprise:
1. Takut untuk mengambil alih.
Beberapa orang saat pertama kali berbisnis menganggap hal tersebut sebagai bisnis sampingan. Saat titik tertentu, Anda harus memutuskan untuk terjun penuh ke dalam bisnis.
2. Mempekerjakan orang yang salah.
Mengembangkan bisnis bukan merupakan pekerjaan satu orang. Anda harus membentuk tim kerja yang solid, dengan manajemen yang solid pula. "Bahkan, seorang pendiri tunggal juga mencari mitra," katanya.
3. Tidak ingin menyerahkan kontrol.
Ada dua jenis kontrol, ekuitas dan operasional. Kadang, para pebisnis pemula terlalu semangat dalam mengembangkan bisnis, dan hal tersebut membuat mereka sulit untuk memberikan tanggung jawab ke orang lain untuk mengontrol.
"Akan ada suatu titik ketika Anda harus membiarkan orang-orang yang lebih baik dari Anda, untuk diserahi pekerjaan pada hal-hal tertentu," katanya.
4. Cepat puas diri.
Beberapa pebisnis pemula percaya bahwa mereka telah mencapai titik keberhasilan, titik aman, dan zona nyaman. Namun, orang yang memiliki jiwa wirausaha tidak akan melakukannya, dan terus berinovasi.
5. Gagal untuk melihat peluang baru.
Banyak pebisnis pemula meremehkan dan cenderung mengabaikan hal-hal yang menjadi peluang mereka, seperti memenuhi kebutuhan orang lain. Sedikit orang yang mengerti hal tersebut. Hanya orang-orang yang memiliki jiwa wirausaha yang dapat melihat peluang tersebut dengan cara lain.
Bagaimana dengan kita ?
SUMBER
4 Alasan Salah Menjadi Pebisnis
Setiap orang bermimpi sukses dengan memiliki usaha sendiri. Tidak semua berhasil mewujudkan mimpi tersebut, banyak yang gagal. Ada empat "penyakit" yang akan menjangkiti setiap wirausaha, kenali, dan hindari "penyakit" tersebut.
Dilansir dari Inc, pemilik Evernote, Phil Libin, mengatakan banyak orang bermimpi sukses dengan berwirausaha, namun banyak juga yang gagal. Kegagalan dapat dideteksi dari awal, yaitu lewat tujuan berwirausaha.
Dilansir dari Inc, pemilik Evernote, Phil Libin, mengatakan banyak orang bermimpi sukses dengan berwirausaha, namun banyak juga yang gagal. Kegagalan dapat dideteksi dari awal, yaitu lewat tujuan berwirausaha.
Jika salah satu alasan seseorang berwirausaha ada di bawah ini, sebaiknya dia tidak memulai untuk berbisnis. Berikut empat alasan penyebab bisnis seseorang gagal:
1. Anda ingin menjadi bos.
Jika dari awal cenderung bersikap layaknya "bos" dalam usaha dan hanya minta dilayani staf, sebaiknya urungkan niat Anda berwirausaha. Setiap wirausahawan harus memahami, pekerjaan nomor satu adalah memastikan orang-orang di bawah ikut sukses.
Berwirausaha bukan berarti menjadi bos, melainkan menolong para staf untuk melakukan pekerjaan dengan baik. Langkah yang harus dilakukan adalah menghapus hambatan mereka, sehingga dapat mengerjakan tugas dengan baik. Kerja sama antara Anda dan staf harus saling menguntungkan.
2. Anda ingin waktu luang.
Ada pemikiran yang berkembang, dengan memiliki perusahaan sendiri, seseorang bisa bebas sesukanya. Jika Anda ingin mempunyai waktu luang, sebaiknya tidak usah menjadi pengusaha. Anda hidup dan bernapas dengan bisnis. Anda tidak bisa memikirkan hal lain selain bisnis.
3. Anda ingin mendapatkan uang melimpah dalam semalam.
Tidak ada satu pun usaha yang langsung besar dalam semalam. Sebagus apa pun model bisnis Anda, akan memerlukan waktu untuk tumbuh secara masuk akal.
4. Tak bisa menerima kegagalan.
Jika ingin memulai bisnis, harus siapkan mental untuk kehilangan segalanya. Bila cukup beruntung, Anda cuma kehilangan investasi. Namun, jika gagal, Anda akan kehilangan tempat tidur. Pastikan berwirausaha secara tepat, agar tidak mengalami risiko kerugian yang besar.
Kira-kira, kesalahan mana yang mendominasi ?
Sunday, 24 February 2013
Againts The Giant
Indonesia sering dianggap sebagai “gadis molek” yang dilirik oleh investor dan perusahaan manapun di seluruh dunia. Jumlah penduduk yang besar, pendapatan perkapita yang telah menembus angka ambang US$3000, dan basis konsumen kelas menengah (consumer 3000) yang siknifikan, menjadikan Indonesia sebagai pasar yang atraktif bagi perusahaan-perusahaan global dari manapun di seluruh dunia.
Tak heran jika rating Indonesia oleh lembaga-lembaga pemeringkat bergengsi seperti S&P, Moody’s atau Fitch naik secara meyakinkan dalam setahun terakhir ke level investment grade. Kinerja ekonomi yang menyakinkan akan menjadikan Indonesia sebagai “save heaven country” yang akan mendorong investor asing (sektor keuangan maupun investasi asing langsung) mengalir deras ke tanah air.
Kondisi ini menjadi momentum luar biasa bagi merek-merek global untuk masuk dan semakin mengukuhkan dominasinya di pasar Indonesia. Pertanyaannya, bagaimana merek-merek lokal bertahan dan membangun daya saing menghadapi gempuran merek-merek global tersebut?
Matriks ini tersusun dari dua parameter yang terwakili oleh sumbu vertikal dan horisontal. Parameter pertama (di sumbu vertikal) mencerminkan tingkat kepemilikan terhadap keunggulan lokal (local advantages). Local advantages ini bisa bermacam-macam bentuknya, seperti: pengetahuan mendalam terhadap pasar lokal; kompetensi lokal yang unik; pemahaman terhadap karakteristik budaya lokal; relasi bisnis yang unik dengan partner lokal; dan sebagainya. Di sini merek lokal dapat kita petakan menjadi dua jenis yaitu pemain dengan keunggulan lokal yang tinggi (high local advantage) dan rendah (low local advantage).
SUMBER
Tak heran jika rating Indonesia oleh lembaga-lembaga pemeringkat bergengsi seperti S&P, Moody’s atau Fitch naik secara meyakinkan dalam setahun terakhir ke level investment grade. Kinerja ekonomi yang menyakinkan akan menjadikan Indonesia sebagai “save heaven country” yang akan mendorong investor asing (sektor keuangan maupun investasi asing langsung) mengalir deras ke tanah air.
Kondisi ini menjadi momentum luar biasa bagi merek-merek global untuk masuk dan semakin mengukuhkan dominasinya di pasar Indonesia. Pertanyaannya, bagaimana merek-merek lokal bertahan dan membangun daya saing menghadapi gempuran merek-merek global tersebut?
Matriks ini tersusun dari dua parameter yang terwakili oleh sumbu vertikal dan horisontal. Parameter pertama (di sumbu vertikal) mencerminkan tingkat kepemilikan terhadap keunggulan lokal (local advantages). Local advantages ini bisa bermacam-macam bentuknya, seperti: pengetahuan mendalam terhadap pasar lokal; kompetensi lokal yang unik; pemahaman terhadap karakteristik budaya lokal; relasi bisnis yang unik dengan partner lokal; dan sebagainya. Di sini merek lokal dapat kita petakan menjadi dua jenis yaitu pemain dengan keunggulan lokal yang tinggi (high local advantage) dan rendah (low local advantage).
Parameter kedua (di sumbu horisontal) mencerminkan kemampuan merek lokal dalam mencapai kapasitas (di bidang manajemen, keuangan, teknologi, dll.) yang setara dengan perusahaan global (biasa disebut “global best practice”). Merek lokal yang sudah memiliki kapasitas global best practice tinggi, artinya mereka sudah memiliki modal dan teknologi yang menyamai merek global atau menjalankan praktek manajemen modern seperti menerapkan Balanced Socrecard, pengelolaan SDM berbasis kompetensi (competency-based HRM), atau mengadopsi modern brand management dalam pengelolaan produk.
Dengan mengacu matriks tersebut maka kita dapat memetakan empat jenis merek lokal berikut strategi generik yang harus mereka kembangkan dalam menghadapi merek global di pasar domestik. Coba kita lihat satu-persatu.
Die-Hard Flanker adalah merek lokal yang tidak memiliki local advantage maupun kemampuan mencapai global best practices yang kokoh. Merek lokal di posisi ini umumnya dikelola secara tradisional dan produknya tidak memiliki keunikan lokal. Karena itu mereka dihadapkan pada pilihan pelik untuk menyingkir (flank) dalam menghadapi merek global dan mencari niche market di mana ia masih bisa menguasainya. Jadi, merek lokal di posisi ini harus membangun keunggulan di pasar-pasar yang diabaikan oleh merek-merek global.
Local Challenger adalah merek lokal yang memiliki keunikan lokal tapi masih dikelola secara tradisional sehingga tidak mampu menyamai merek global dalam hal manajemen, teknologi, keuangan, dll. Pemain lokal seperti Martha Tilaar, Hotel Santika, Batik Keris, Viva, Pegadaian, Khong Guan, dll. ada di posisi ini. Pilihan strategi yang bisa mereka ambil adalah membangun keunggulan bersaing melalui keunggulan lokal yang dimilikinya. Martha Tilaar misalnya, membangun keunggulan lokal melawan raksasa kosmetik global dengan mengembangkan produk yang berbasis kekayaan alam dan budaya (local wisdom) Indonesia.
Global Chaser adalah pemain lokal yang by-default tidak memiliki keunikan lokal, tapi memiliki kapasitas manajemen, teknologi, dan keuangan sejajar dengan merek-merek global. Pemain-pemain lokal seperti Polygon, Polytron, Telkom, Pertamina Pelumas, Biofarma, Semen Gresik, Bank Mandiri ada di posisi ini. Pilihan strategi yang bisa mereka ambil adalah terus mengejar kapasitas global best practices dan kalau perlu membangun daya saing dengan masuk ke pasar-pasar regional/global. Global chasers seperti Biofarma, Polygon, atau Pertamina Pelumas misalnya, mulai agresif membangun daya saing dengan memasuki pasar Asia, Eropa, dan Amerika.
National Champion adalah pemain yang memiliki keunikan lokal, sekaligus memiliki kapasitas setara dengan global best practices. Pemain-pemain lokal seperti Garuda Indonesia, BRI, Sosro, BCA, Indomaret, Alfamart, Indofood, atau Garuda Food ada di posisi ini. Merek-merek lokal di posisi ini paling siap dalam menghadapi merek global secara head-to-head dengan cara membangun local differentiation. Garuda Indonesia misalnya, membangun local differentiation dengan menggunakan identitas Indonesia dalam strategi branding-nya. Garuda Indonesia juga mengembangkan “Indonesia experience” dalam inflight services-nya melalui sight, sound, scent, taste, touch yang bernuansa kekayaan budaya Indonesia.
Merek Anda masuk di posisi mana? So, kini Anda tahu apa yang harus dilakukan!
SUMBER
Berbisnis Layaknya Mbah Google
Google sepertinya patut dijadikan inspiring lesson about being a good businessman. Tulisan ini membantu menginspirasi kita semua bagaimana strategi bisnis konvensional saat ini paradoks dengan strategi yang google jalankan saat ini :)
#1. Be a Platform; Not Only ProductGoogle bukanlah sekedar produk; tapi ”platform”. Seperti halnya Facebook, eBay, atau Foursquare, Google menawarkan platform yang memungkinkan konsumen membangun produk, bisnis, komunitas, dan network. Jika Anda menawarkan platform, maka Anda tidak berbisnis sendirian, tapi ditopang oleh para konsumen Anda melalui hubungan bisnis win-win yang saling menguatkan. Semakin si konsumen berkembang bisnisnya, maka semakin berkembang pula bisnis pemilik platform. Google punya banyak platform: Blogger untuk penerbitan konten; Google Docs untuk office collaboration; YouTube untuk video sharing; Picasa untuk photo sharing; Google Group untuk komunitas; atau Google AdSense untuk berbisnis via online ads.
Ambil contoh Blogger yang diperoleh Google melalui akuisisi. Blogger merupakan sebuah platform karena memberikan “wadah” bagi para bloggers untuk memproduksi dan mempublikasikan konten yang mereka miliki. Dari blog yang dibangun di Blogger.com para blogger meng-create value melalui konten-konten menarik yang mereka publikasikan; yang kemudian bisa mendatangkan massa pembaca dan pengiklan. Menariknya, ketika para blogger tersebut create value, maka dengan sendirinya mereka akan add value ke platform Blogger.com. Jadi, semakin besar value diciptakan oleh si konsumen, maka semakin besar pula value yang ditambahkan oleh si konsumen tersebut kepada platformnya. Inilah hebatnya platform, Anda akan bekerja bersama-sama dengan si konsumen untuk membesarkan platform tersebut.
#2. It’s Not Destination… It’s a Mean
Banyak perusahaan berpikir bahwa konsumen harus datang ke website mereka. Kalau mereka datang, maka traffic website tersebut akan tinggi, dan dari situ pemasang iklan akan mau membayar mahal untuk iklan-iklan yang dipajang di situ. Google berpikir sebaliknya. Ia menjadikan home page-nya bukan sebagai “tujuan akhir”, tapi “alat” yang akan membawa Anda ke tempat yang Anda inginkan. Alih-alih minta didatangi, Google justru “menyambangi” konsumennya. Akibatnya, jutaan jalan bisa Anda tempuh untuk mengakses Google. “Google democratize its channels”. Search box-nya Google bisa Anda pakai dan hadir di situs manapun di internet. Anda juga bisa menggunakan Google AdSense atau YouTube di blog dan website Anda. Ketika Anda begitu gampang diakses, bisa dipastikan jutaan peluang akan menghampiri Anda. Ini pelajaran penting dari Google!!!
Banyak perusahaan berpikir bahwa konsumen harus datang ke website mereka. Kalau mereka datang, maka traffic website tersebut akan tinggi, dan dari situ pemasang iklan akan mau membayar mahal untuk iklan-iklan yang dipajang di situ. Google berpikir sebaliknya. Ia menjadikan home page-nya bukan sebagai “tujuan akhir”, tapi “alat” yang akan membawa Anda ke tempat yang Anda inginkan. Alih-alih minta didatangi, Google justru “menyambangi” konsumennya. Akibatnya, jutaan jalan bisa Anda tempuh untuk mengakses Google. “Google democratize its channels”. Search box-nya Google bisa Anda pakai dan hadir di situs manapun di internet. Anda juga bisa menggunakan Google AdSense atau YouTube di blog dan website Anda. Ketika Anda begitu gampang diakses, bisa dipastikan jutaan peluang akan menghampiri Anda. Ini pelajaran penting dari Google!!!
#3. Democratize Resources; Don’t Control!!!
Teori bisnis sebelumnya mengatakan: “Kuasailah sumber daya terbatas dan krusial (di bidang produksi, distribusi, marketing, paten, dsb.), maka Anda akan menuai keuntungan premium sesuai dengan hukum supply & demand. Google justru berpikir sebaliknya. Alih-alih menguasai dan mengontrol produksi, distribusi, pemasaran, atau paten; Google justru sejauh mungkin menyerahkan ke pihak lain untuk kemudian diajak berkolaborasi. Umumnya perusahaan menggunakan logika “scarcity economy”; Google menggunakan logika “abundance economy”. Ambil contoh Google AdSense. AdSense merupakan platform untuk “mendistribusikan” bisnis iklan Google ke para pemilik blog atau website di manapun di internet. Jadi Google tidak rakus memakan bisnis iklannya sendiri, tapi mengajak “distributor’-nya yaitu para pemiliki blog dan website untuk berkolaborasi menciptakan dan membagun bisnis secara bersama-sama. Tak heran jika pemilik blog dan website tersebut kemudian menjadi evangelist fanatik bagi Google.
Teori bisnis sebelumnya mengatakan: “Kuasailah sumber daya terbatas dan krusial (di bidang produksi, distribusi, marketing, paten, dsb.), maka Anda akan menuai keuntungan premium sesuai dengan hukum supply & demand. Google justru berpikir sebaliknya. Alih-alih menguasai dan mengontrol produksi, distribusi, pemasaran, atau paten; Google justru sejauh mungkin menyerahkan ke pihak lain untuk kemudian diajak berkolaborasi. Umumnya perusahaan menggunakan logika “scarcity economy”; Google menggunakan logika “abundance economy”. Ambil contoh Google AdSense. AdSense merupakan platform untuk “mendistribusikan” bisnis iklan Google ke para pemilik blog atau website di manapun di internet. Jadi Google tidak rakus memakan bisnis iklannya sendiri, tapi mengajak “distributor’-nya yaitu para pemiliki blog dan website untuk berkolaborasi menciptakan dan membagun bisnis secara bersama-sama. Tak heran jika pemilik blog dan website tersebut kemudian menjadi evangelist fanatik bagi Google.
#4. Never STOP Improving… Involve Customers
Hampir semua produk yang dibikin Google meluncur dengan label “Beta”. Versi Beta berarti produk tersebut masih dalam proses testing dan eksperimen; masih dalam proses perbaikan; atau masih dalam proses penyempurnaan. Cara seperti ini bertentangan denga conventional wisdom yang berlaku sebelumnya, bahwa produk harus sempurna begitu meluncur di pasar. Inilah cara Google untuk mengatakan kepada konsumennya: “Kami memang masih jauh dari sempurna; marilah kita sempurnakan bersama-sama.” Itulah cara Google untuk melibatkan konsumen menyempurnakan produk. Harus diingat, konsumen lah yang paling tahu apa kebutuhannya; karena itu konsumen lah yang paling layak menyempurnakan produk yang dibutuhkannya.
Hampir semua produk yang dibikin Google meluncur dengan label “Beta”. Versi Beta berarti produk tersebut masih dalam proses testing dan eksperimen; masih dalam proses perbaikan; atau masih dalam proses penyempurnaan. Cara seperti ini bertentangan denga conventional wisdom yang berlaku sebelumnya, bahwa produk harus sempurna begitu meluncur di pasar. Inilah cara Google untuk mengatakan kepada konsumennya: “Kami memang masih jauh dari sempurna; marilah kita sempurnakan bersama-sama.” Itulah cara Google untuk melibatkan konsumen menyempurnakan produk. Harus diingat, konsumen lah yang paling tahu apa kebutuhannya; karena itu konsumen lah yang paling layak menyempurnakan produk yang dibutuhkannya.
#5. “Don’t Be Evil”
“Don’t be evil” adalah motto yang diungkapkan oleh Paul Buchheit dan Amit Patel pencipta Gmail. Melalui motto yang sangat spiritual tersebut mereka ingin mengatakan bahwa ketika informasi konsumen sudah ada di Google maka data itu bisa dieksploitasi dan rekayasa sedemikian rupa untuk kepentingan apapun, termasuk untuk kepentingan yang jahat. Karena itu, motto tersebut menjadi semacam “pagar-pagar etika” bagi setiap Googlers agar tidak berperilaku dan berbisnis jahat. Poin ke-6 dari corporate philosophy mengatakan: “You can make money without doing evil”. Sehebat apapun strategi dan model bisnis Anda; semua itu tak ada artinya tanpa adanya landasan moral dan etik yang kokoh.
“Don’t be evil” adalah motto yang diungkapkan oleh Paul Buchheit dan Amit Patel pencipta Gmail. Melalui motto yang sangat spiritual tersebut mereka ingin mengatakan bahwa ketika informasi konsumen sudah ada di Google maka data itu bisa dieksploitasi dan rekayasa sedemikian rupa untuk kepentingan apapun, termasuk untuk kepentingan yang jahat. Karena itu, motto tersebut menjadi semacam “pagar-pagar etika” bagi setiap Googlers agar tidak berperilaku dan berbisnis jahat. Poin ke-6 dari corporate philosophy mengatakan: “You can make money without doing evil”. Sehebat apapun strategi dan model bisnis Anda; semua itu tak ada artinya tanpa adanya landasan moral dan etik yang kokoh.
Berbeda dari kebanyakan perusahaan konvensional yang bersifat vertikal; Google unik dan revolusioner karena menggunakan pendekatan dan logika bisnis yang horisontal.
SUMBER
SUMBER
Friday, 8 February 2013
Menjadi Story Teller Presentator
Dalam dunia bisnis, kemampuan untuk menyampaikan ide adalah hal yang sangat penting. Untuk mewujudkan ide-ide kreatif menjadi bisnis besar yang sukses, entrepreneur harus dapat meyakinkan investor bahwa idenya layak dijual. Oleh karena itu, skill untuk menyampaikan ide melalui presentasi harus dimiliki oleh setiap orang.
Melakukan presentasi dengan persuasif tidak mudah dilakukan. Selain skill berbicara di depan umum, kemampuan untuk mendesain materi presentasi juga penting untuk diperhatikan. Hal ini tidak hanya berlaku bagi para pebisnis pemula yang baru buka usaha. Orang-orang dengan jabatan CEO sekalipun masih membutuhkan kemampuan presentasi yang baik untuk menyukseskan proyek dan berbagai kesepakatan strategis perusahaan.
Chris Norris, Presiden dan CEO pada Alta Devices membagi pengalamannya dalam membuat presentasi yang persuasif. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah dengan mengaplikasikan prinsip-prinsip storytelling dalam presentasi. Ada dua hal dari pendengar yang harus bisa disentuh oleh seorang presenter, yaitu emotional appeal dan analytical appeal. Seperti apa penjelasannya, simak dalam video berikut:
Almarhum Steve Jobs termasuk sebagai presenter yang kelas dunia yang menerapkannya. Bagaimana dengan kita ?
SUMBER
Thursday, 24 January 2013
Proyeksi Pemasaran 2013
Salam semangat :)
Kesibukan dengan aktivitas kerja sempat membuat saya merindukan blog pribadi ini. Lama sudah tak dipermak, tak pula di isi kontent-nya. Tapi seperti jargon aktor Terminator Mr. Arnold Schwarzenegger katakan : " I'm Back."
Kembali kita ke topik resolusi marketing di tahun 2013. Bagi UKM ada beberapa hal yang menjadi bahan pertimbangan bagi Anda untuk keputusan marketing campaign yang akan Anda implementasikan di tahun 2013 ini dengan segenap dinamika perkembangan dunia digital dalam hal ini erat kaitannya dengan social media. Berikut kutipan yang saya ambil dari artikel marketing.co.id :
Kembali kita ke topik resolusi marketing di tahun 2013. Bagi UKM ada beberapa hal yang menjadi bahan pertimbangan bagi Anda untuk keputusan marketing campaign yang akan Anda implementasikan di tahun 2013 ini dengan segenap dinamika perkembangan dunia digital dalam hal ini erat kaitannya dengan social media. Berikut kutipan yang saya ambil dari artikel marketing.co.id :
1: Tidak lebih statis, website yang membosankan
Sebuah website statis yang hanya bercerita tentang Anda tidak lagi menjadi alat pemasaran yang berguna. Tidak seorang pun memiliki waktu untuk membaca tentang betapa hebatnya Anda jika mereka tidak tahu apa yang dapat Anda lakukan untuk mereka.
Sebagai gantinya, ubahlah website Anda menjadi sebuah perangkat yang berguna untuk membantu prospek Anda memahami siapa diri Anda dan apa yang dapat Anda lakukan untuk mereka sambil membuat lebih mudah bagi mereka untuk menghubungi Anda.
Untuk melakukan transformasi ini, tambahkan konten untuk rencana pemasaran Anda. Menciptakan kualitas konten yang relevan, menarik perhatian target pasar Anda dan posisi Anda sebagai ahli dalam industri Anda. Apakah Anda ingin menghasilkan konten atau tidak, Anda harus menemukan cara untuk membuat informasi yang membantu pelanggan Anda. Bagaimana Anda memberikan informasi ini akan bergantung pada audiens target Anda. Anda hanya perlu membuatnya semudah mungkin bagi mereka ingin mengkonsumsi atau memperoleh konten Anda.
Dengan membantu memberikan konten, Anda:
- Mendidik prospek anda
- Menarik perhatian mereka
- Mendapatkan rasa hormat dari mereka
- Mendapatkan kepercayaan mereka
Ketika seseorang sudah tahu dan mereka ingin bekerja sama dengan perusahaan Anda, respon dengan cepat permintaan inbound mereka. Hal ini akan terus meningkatkan hubungan dengan mereka dan Anda memulainya dengan konten Anda.
2: Konten baru merupakan keharusan untuk kelangsungan hidup pemasaran online
Sebuah rencana konten dan kalender editorial akan membantu Anda membuat sebuah road map untuk apa konten Anda akan berkembang selama beberapa waktu. Apakah Anda merencanakan untuk 12 bulan atau beberapa minggu, membuat perencanaan ke depan akan membantu Anda untuk tidak membuang-buang waktu untuk mencoba mencari tahu dan memproduksi konten apa dan dengan media apa – teks, video atau audio. Anda mungkin ingin memeriksa kalender Editorial plugin WordPress untuk merencanakan posting Anda.
3: SEO merupakan tanggung jawab si pemilik bisnis kecil
Dengan adanya perubahan terhadap algoritma pencarian Google selama setahun terakhir ini, SEO gaya lama tak lagi berfungsi, dan pada kenyataannya masih banyak teknik SEO lama yang di pakai yang justru bisa mematikan visibilitas Anda.
Hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah sedikit mempelajari tentang SEO, apa yang berfungsi dan mana yang tidak. Dengan begitu, Anda dapat menentukan apakah harus merekrut sebuah perusahaan pemasaran lokal terpercaya untuk membantu Anda atau melakukannya sendiri.
Mulailah dengan on-page SEO untuk website WordPress Anda. Menginstal plugin yang disebut WordPress SEO dan meluangkan beberapa waktu untuk mempelajari bagaimana menggunakannya. Plugin ini akan membantu Anda berjalan melalui proses SEO untuk setiap halaman atau memposting di website Anda.
4: Dukungan pengunjung seluler
Handphone adalah cara orang menggunakan Internet sekarang. Pastikan website Anda mendukung akses mobile juga sehingga Anda tidak kehilangan peluang ini.
Kebanyakan bisnis kecil kesulitan untuk memiliki dua situs web browser dan situs web mobile yang dirancang dan dikembangkan. Jika Anda ingin melakukan pengalihan website Anda ke tema responsif, maka Anda mampu mendukung semua perangkat dengan mudah.
Desain web responsif menanggapi ukuran dari perangkat yang sedang digunakan. Ada banyak tema WordPress responsive gratis maupun yang premium yang tersedia.
Meskipun tema responsif mungkin bukan pilihan yang tepat untuk semua situs web, keuntungan dari desain tema responsif lebih besar daripada negatifnya. Oleh karena itu, kemungkinan besar ini akan menjadi solusi yang paling populer bagi bisnis kecil untuk dukungan mobile.
5: pemasaran Email belum mati
Apakah Anda mengembangkan daftar opt-in email untuk bisnis Anda? Pemasaran email melengkapi keberadaan online Anda. Hal ini memungkinkan Anda untuk menjangkau orang-orang yang telah menunjukan ketertarikan mereka pada Anda.
Buatlah bagian dari rencana konten Anda untuk menciptakan produk yang berharga seperti alat ebook, whitepaper, atau yang berguna lainnya. Berikan secara gratis ketika mereka mendaftar untuk daftar email Anda.
Kemudian mengembangkan strategi konten yang berlanjut hingga Anda dapat membantu permasalahan yang mereka hadapi. Hal ini akan terus mengembangkan hubungan dengan pelanggan dan menarik perhatian mereka yang tertarik dengan bisnis Anda.
6: Kehadiran optimasi Web adalah masa depan
Adanya pengoptimalan web akan membantu Anda secara konsisten meningkatkan jejak digital bagi bisnis Anda dan memperluas kehadiran Anda ke situs media sosial yang tepat:
- Menciptakan visibilitas lebih untuk merek anda
- Memungkinkan Anda untuk berkomunikasi dengan orang-orang online selain Offline
Menarik perhatian klien ideal Anda melalui informasi yang berguna dan alat-alat yang membantu mereka memecahkan masalah tertentu. Tinjau terus keberadaan Anda di situs media sosial untuk memastikan apakah Anda perlu memusatkan sedikit perhatian atau memperluas kehadiran Anda ke platform lainnya.
Situs baru seperti Pinterest, menawarkan bisnis secara visual dengan cara mudah untuk berbagi pekerjaan mereka melalui akun bisnis Pinterest.
Dapatkah pelanggan menemukan bisnis online Anda di masa depan?
Evaluasilah bisnis Anda berdasarkan pada enam tren pemasaran bisnis kecil ini untuk memastikan apakah Anda harus melakukan sesuatu yang berbeda secara drastis.
Jika Anda terjebak dalam kebiasaan pemasaran online dengan satu Website, tidak mendukung mobile, atau tidak ada konten baru untuk membantu prospek Anda memecahkan masalah, maka sudah saatnya bagi Anda untuk mengambil kendali.
Infographic ini akan membantu Anda menentukan strategi pemasaran UKM ke depan.
Infographic ini akan membantu Anda menentukan strategi pemasaran UKM ke depan.
Semoga bermanfaat :)
Thursday, 11 October 2012
TIPS CARA LEPAS DARI STATUS JOMBLO SEJATI
TRIK DAN TIPS UBAH STATUS JOMBLO SEJATI. Mengakhiri status jomblo namun tak kunjung datang pasangan yang Anda idamkan? Trik-trik ini dapat membantu Anda menyelesaikannya.
Bagi para jomblo sejati, mengakhiri masa tersebut mungkin sebuah cita-cita. Inilah beberapa tip yang dapat dicoba, seperti dipaparkan Your Tango.
Sebagai langkah awal, Anda perlu mengubah pandangan dan harapan
Sunday, 7 October 2012
CARA MENYEMBUHKAN SAKIT PARU-PARU DENGAN MEMAKAN CACING
TIPS MENGATASI SAKIT PARU-PARU ALAMI. Cacing bisa hidup dalam tubuh manusia dan memakan nutrisi dari dalam tubuh. Kejadian ini disebut sebagai cacingan dan merugikan tubuh, bahkan bisa berakibat kematian. Namun, penelitian baru-baru ini menemukan bahwa cacing bisa berguna mengobati penyakit paru-paru dan menyembuhkan luka.
Cacing parasit pada usus telah menginfeksi lebih dari satu miliar
Cacing parasit pada usus telah menginfeksi lebih dari satu miliar
Friday, 28 September 2012
Tips Dunia Ekspor (Bagian 1)
Pasar internasional adalah peluang sangat besar meraih untung setinggi-tingginya dari komoditi yang diperjual belikan. Yuk kita belajar ekspor dari blog saya ya ^^Berikut tips dasar :
1. Setiap komodity untuk pasar ekspor, usahakan kualitas baik dan di jaga.
2. Usahakan kemasan juga harus menarik penampilannya dan tidak mudah pecah/ sobek.
3. Setiap komodity yang ingin di pasarkan untuk ekspor harus mempunyai hasil Lab Analisa dari institusi terpercaya , misalnya dari : SUCOFINDO, dan lain lain.
4. Calon Eksportir Sudah mempunyai perhitungan modal + profit = harga jual.
5. Calon Exportir sedikit banyak menguasai teknis/ cara pembuatan/ jenis/ dan lain lain dari barang yang akan di ekspor.
SUMBER
Nantikan tips ekspor berikutnya ya ^^
Monday, 24 September 2012
Hukum 10:90
Kenapa saya sebut “10:90 (ten-ninety) Marketing”? Karena marketing kini tak lagi dimonopoli marketer. Dulu memang marketing 100% dilakukan oleh marketer, konsumen mendapat jatah 0%. Marketer melakukan semuanya: membuat produk unggul, menyewa agensi untuk membuat iklan, dan kemudian mem-broadcast iklan tersebut ke seluruh penjuru tanah air menggunakan TV, radio, atau koran. Sementara si konsumen hanya pasif menerima pesan-pesan iklan si marketer, sambil tentu saja dongkol karena tontonan liga Inggris kesukaannya diacak-acak.
Kini marketing berubah drastis. Marketer cukup mengerjakan 10% saja, lalu sisanya 90% dikerjakan oleh konsumen. Itu makanya saya sebut “10:90”. Marketer cukup mencipta authentic brand story, lalu menaruhnya di Youtube atau memicu percakapan di Twitter/Facebook, that’s it. Lalu konsumen lah yang bekerja keras membesarkan dan menyebarkan gelembung viral dari authentic brand story tersebut ke konsumen lain di seantero tanah air. Dalam “10:90 Marketing” yang bekerja super keras memasarkan produk bukanlah marketer, tapi konsumen.
Ada satu hukum dasar yang berlaku di dalam marketing gaya baru ini. Bunyinya sebagai berikut: “Semakin dominan campur tangan marketer dalam memasarkan produk/merek, maka semakin tumpul dampak marketing yang tercipta. Sebaliknya, semakin banyak keterlibatan konsumen, maka sukses pemasaran yang dicapai akan semakin powerful. Karena hukum itu maka “10:90 Marketing” pasti lebih ampuh dari “30:70 Marketing”. Dan “30:70 Marketing” pasti lebih powerful dari “60:40 Marketing”. Ingat: “Your most powerful marketer is your customers.”
Anda pasti masih bingung. Oke, agar lebih gampang memahaminya, coba kita lihat dua kasus pemasaran super hebat yang terjadi minggu ini. Pertama adalah kemenangan Jokowi di Pemilu DKI. Kedua adalah heboh viral Gangnam Style yang kini menjangkiti dunia.
Jokowi
Jokowi menang dari Foke karena kekuatan “10:90 Marketing”. Yang dilakukan Jokowi dan tim suksesnya sesungguhnya sederhana saja: pertama, membangun “produk unggul”; kedua, menciptakan “authentic brand story”, that’s it. Sisanya, masa pemilihlah yang bekerja keras memenangkan Jokowi. Bekal dua hal itu sudah lebih dari cukup untuk menggerakkan “laskar WOM” (“word of mouth” maksudnya) yang mengarahkan para pemilih untuk mencoblos no.3 di hari pemungutan suara.
Apa “produk unggul” Jokowi? Prestasi Jokowi selama menjadi walikota Solo mulai dari kampanye city branding “Solo: The Spirit of Java”, relokasi pasar yang manusiawi, hingga dukungan terhadap mobil Esemka yang meroketkan namanya di kancah politik nasional.
Lalu apa “authentic brand story” Jokowi? Jokowi menjadi ikon pemimpin yang merakyat, hobi turun ke lapangan, mendengar keluh-kesah masyarakat, sosok pribadi yang sederhana dan apa adanya. Siapa yang “mengarang” seluruh cerita di seputar keikonan Jokowi? Yang membuat cerita tak lain adalah masyarakat (baca: konsumen) melalui cerita dari mulut ke mulut (WOM) secara natural dan otentik di kalangan tukang becak, obrolan di warung Tegal, hingga diskusi-diskusi di kampus (yup, cocreate your brand story!).
Inilah yang dalam teori pemasaran WOM disebut wisdom of crowd. Awalnya adalah cerita dari mulut ke mulut, tapi karena menyebar dan diterima secara luas, maka kemudian dianggap sebagai kebenaran.
Dengan modal prestasi masa lalu dan cerita otentik itu, viral keikonan Jokowi merambat cepat ke seluruh penjuru tanah air menjelang hari H pencoblosan. Di sinilah massa pemilih bekerja keras menyebarkan cerita-cerita keikonan Jokowi baik secara offline (dari mulut ke mulut) maupun secara online (melalui ranah internet). Media sosial seperti YouTube, blog, Facebook, Twitter, Youtube, hingga BBM menjadi tools ampuh yang memungkinkan massa pemilih demikian gampang menyebarkan cerita mengenai keikonan Jokowi.
Singkatnya, sebagian besar pemasaran Jokowi di Pilkada DKI bukanlah dilakukan Jokowi dan tim suksesnya, tapi dilakukan secara voluntir, natural, dan otentik oleh massa pemilihnya melalui penyebaran WOM yang powerful. Jokowi melakukan 10% pekerjaan, sisanya 90% dilakukan oleh massa pemilihnya.
Gangnam Style
Fenomena demam Gangnam Style setali tiga uang. Lagu dan gaya tari yang dirilis pertengahan Juli 2012 ini mencapai sukses pemasaran luar biasa di seluruh dunia karena keampuhan “10:90 Marketing”. Gaya tari baru asal Korea yang digagas rapper Psy ini kini memecahkan Guiness World Record sebagai The the Most ‘Liked’ Video in YouTube History yang hingga minggu ini ditonton 235 juta kali. Seperti halnya Jokowi, pemain utama pemasaran Gangnam Style bukanlah Psy atau label rekaman yang mengusungnya, tapi para penikmat tarian baru itu di lima penjuru benua.
Apa “produk unggul” Gangnam Style? Tak lain adalah lagu yang nge-beat dan jenaka; juga tentu tarian Gangnam Style (tari gaya “menunggang kuda”) yang unik, fresh, dan agak nyleneh dari tarian yang selama ini ada. Lalu apa “authentic brand story” dari Gangnam Style? Tak lain adalah cerita-cerita yang melingkupi tarian ini: mulai dari cerita mengenai distrik Gangnam (kawasan Baverly Hills-nya Seoul); satire gaya hidup konsumtif yang menjadi tema lagu/tari ini; hingga tampang Psy yang “anti K-pop idol” alias berlawanan dengan umumnya sosok K-pop ikon yang keren dan imut.
Kunci sukses pemasaran Gangnam Style adalah peran massif dari para laskar WOM di seluruh dunia. Diawali dari kalangan powerful influencers yaitu para selebriti dunia seperti Robbie Williams, T-Pain, Katy Perry, Tom Cruise, Britney Spears hingga Nelly Furtado. Para selebriti yang sangat powerful di media sosial dan media konvensional inilah viral deman Gangnam Style dipicu.
Aksi early influencers ini kemudian disusul dengan aksi laskar WOM yang secara voluntir dan genuine mempromosikan tarian ini. Aksinya macam-macam. Bisa melalui cuit-cuit di Twitter dan Facebook, meng-upload video Gangnam Style tiruan dan versi parodi, atau membikin aksi flash mob (termasuk flah mob Gangnam Style di Bunderan HI yang melibatkan 800-an orang beberapa waktu lalu). Seperti halnya Jokowi, Psy dan timnya melakukan 10% pekerjaan, sisanya 90% dilakukan oleh massa konsumennya di seluruh dunia.
bingkaiberita.com
Jadilah marketer cerdas seperti Jokowi dan Psy. Mereka begitu cantik dan piawai memperalat konsumennya (yup, community of evangelists) untuk memasarkan diri dan produk mereka. Ingat hukumnya: marketer cerdas cukup kerja 10%; 90% sisanya diserahkan ke konsumen.
Karyawan ala Ikan Besar Di Kolam Besar
Apakah Anda tipe karyawan ikan loncat ? Ada informasi berikut ini yang perlu diperhatikan.
Dalam dunia kerja terutama swasta sangat sering dijumpai turn over karyawan (terutama entry level) yang tinggi. Jika ditelaah dari sisi luar sang karyawan mungkin dapat dimungkinkan bisa saja karyawan mempunyai alasan kenapa dia pindah dari tempat bekerjanya. Alasannya sangat sederhana, hanya 3 alasan yang mungkin, yakni:
http://rlv.zcache.com
1. Gaji yang diberikan terlalu kecil
2. Suasana kerja yang tidak nyaman
3. Sudah tidak ada tantangan.
2. Suasana kerja yang tidak nyaman
3. Sudah tidak ada tantangan.
Ada filosofi menarik tentang hal ini. Jika diibaratkan ikan adalah karyawan, dan kolam adalah perusahaan tempat bekerja, maka terdapat suatu filosofi yang menarik dalam dunia kerja. Filosofi ini lebih mengarah pada motif tersebut, yakni kenapa ia ingin berpindah perusahaan.
Pertama, filosofi yang keliru:
1. Ingin menjadi ikan kecil di kolam besar
Artinya si karyawan memilih perusahaan yang besar dan memberikan fasilitas yang besar, walaupun dia tetap menjadi karyawan level bawah terus, asalkan aman dan terjamin, serta bangga akan statusnya di perusahaan yang besar
2. Ingin menjadi ikan besar di kolam yang kecil
Artinya sang karyawan ingin menjadi “bos” secara instant di perusahaan yang kecil. Jadi tanpa adanya saingan yang kompetitif, ia sudah bisa menjadi minimal sebagai penyelia.
Kedua filosofi tersebut tidak bisa dipungkiri adalah sebagian motif dari tenaga kerja entry level yang suka berpindah-pindah kerja.
Seharusnya, ada motif ketiga bagi tenaga kerja entry level yang baik dalam langkahnya bekerja, atau memilih pekerjaan yakni:
” Menjadi ikan kecil yang akan terus membesar dan kolamnya akan terus membesar karena keberadaannya”
Artinya, dia akan menjadi karyawan yang dedikatif yang bekerja keras membangun perusahaannya. Jika alasan ke-tiga ini tidak bisa dilakukan, maka tak ada alasan untuk mempersalahkan sang ikan untuk meloncat ke kolam yang lain.
Jika seorang pemilik kolam (baca: pemilik perusahaan) berhasil mendapatkan karyawan bermotif seperti ini, lalu dia mampu menyadari bahwa ikan-ikannya ingin menjadi besar dan meyakinkan bahwa dia bertekad membesarkan ikan dan kolamnya. Maka dapat dipastikan terjadi suatu sinergi yang dahsyat dalam perusahaan itu.
Jadi Bagi sang ikan….luruskan motifmu dan pilihlah kolammu
dan bagi pemilik kolam….rawatlah ikan dan kolammu agar ikan-ikanmu tidak melompat ke kolam sebelah.
dan bagi pemilik kolam….rawatlah ikan dan kolammu agar ikan-ikanmu tidak melompat ke kolam sebelah.
Semoga bermanfaat
Friday, 7 September 2012
Kegiatan Weekend
harianking.blogspot.com
Hari sabtu adalah hari weekend yang dinanti oleh sebagian besar keluarga. Setelah enam hari berkutat dengan kerjaan kantor atau pun bisnis yang tiada habisnya, sudah menjadi hak humanis jika tubuh perlu terlepas dari stress. Bagaimana Anda mengisi liburan weekend ? Berikut pengalaman saya mengisi kegiatan weekend.
1. Merencanakan kegiatan
Apa yang menjadi kegiatan yang paling diminati ? Nah, kalau saya terlebih dahulu merencanakan kegiatan terlebih dahulu berdasarkan kegiatan/ hobi yang saya minati. Karena saya memiliki beberapa kegiatan yang saya sukai seperti menulis artikel, menyalurkan hobi masak, membaca buku kesukaan, bermain video game dan sesekali waktu refreshing keluar kota Medan, maka yang saya lakukan adalah membuat daftar kegiatan. Mengapa saya buat daftar kegiatan weekend yang ada dibenak saya? Agar lebih mudah mengatur kegiatannya toh :) Percayalah.
2. Atur jadwal
Setelah saya membuat daftar kegiatan weekend yang saya sukai, selanjutnya saya coba atur kegiatan santai tersebut sesuai dengan jam yang saya tentukan sendiri. Misalnya, jam olah raga pagi dari jam 5 pagi hingga jam 7 pagi. Selanjutnya bersih-bersih rumah dan cuci pakaian numpuk- eit, jangan salah, kegiatan bersih-bersih rumah dan mencuci pakaian sering mengasyikkan kok asal diselingi dengan lagu-lagu kesukaan Anda :) - . Aturlah jadwal agar hidup ini tertib :)
3. Selanjutnya, eksekusi perencanaan !
Ini yang paling ditunggu, melaksanakan perencanaan. Enjoy lah dengan susunan kegiatan Anda karena Anda sendiri yang merencanakan kegiatan yang membuat diri Anda tenang, lepas dari stress dan membuat Anda bisa bersemangat kembali :)
Kunci utama agar kegiatan weekend Anda bernilai adalah janganlah terlalu boros dengan kegiatan Anda sehingga terhindar dari out of budget. Sesuaikanlah ;)
Heppy weekend :)
Wednesday, 15 August 2012
TIPS KESELAMATAN PEMUDIK SELAMA DIPERJALANAN MUDIK LEBARAN
TIPS KESELAMATAN PEMUDIK SELAMA DIPERJALANAN MUDIK LEBARAN. Sudah menjadi tradisi untuk pulang ke kampung halaman menjelang Hati Raya Idul Fitri. Berbagai cara di tempuh dan moda kendaraan digunakan. Mulai dari pesawat terbang hingga sepeda motor. Menyoroti keselamatan berkendara, ada satu persiapan yang masih diabaikan: kesehatan tidur. Baca juga NEW SUZUKI LETS PENANTANG BARU HONDA SCOOPY
Monday, 13 August 2012
ALASAN WANITA LEBIH SUKA PRIA BERKARAKTER PENANGIS
ALASAN WANITA LEBIH SUKA PRIA BERKARAKTER PENANGIS. Jakarta - Sebagian wanita suka jika pria mengungkapkan emosinya melalui air mata. Bagi mereka, pria yang menangis itu terkesan berbeda dari biasanya. Sedangkan menurut pria, menangis merupakan tanda kelemahan. Namun ternyata, wanita suka melihatnya. Baca juga INI DIA SYARAT PEGAWAI HONORER & DOKTER DIANGKAT JADI PNS. Mengapa demikian? Dilansir
Sunday, 29 July 2012
Siasat Mengatur Pengeluaran Di Bulan Ramadhan
Pada bulan Ramadan, meski tampak teratur, ternyata pengeluarannya bisa lebih besar dari pada bulan-bulan biasa, terutama untuk urusan makanan, dan juga persiapan lebaran. Sebetulnya, kisah ini tidak harus berulang lho! Yuk, simak tips berikut untuk mensiasati pengeluaran di bulan puasa, agar keuangan tidak carut-marut.
1. Bagaimana menyiasati pengeluaran di bulan ramadan ini agar tidak menjadi ‘boros’?
Sumber keborosan utama di Bulan Ramadhan adalah “lapar mata” saat berbelanja untuk berbuka dan juga kebutuhan untuk memberikan bingkisan lebaran untuk rekan kerja maupun kolega. Nah, banyak sekali orang yang berani untuk gesek kartu kredit disana-sini, karena merasa akan dapat Tunjangan Hari Raya alias gaji dobel. Sayangnya, gaji dobel tapi pengeluaran bisa sampai tiga kali lipat bulan-bulan biasa!
Oleh karena itu, salah satu cara paling ampuh untuk mensiasatinya adalah membuat anggaran dan menyiapkan uang sesuai anggaran dalam amplop-amplop. Anda hanya akan membuka amplop pada saatnya, yaitu setiap minggu. Jadi, kalau persediaan uang di amplop menipis, Anda tidak punya pilihan selain berhemat. Karena Anda tidak bisa merobek amplop untuk minggu berikutnya.
2. Pos-pos pengeluaran seperti apa yang harus dibuat?
Kebutuhan di bulan Ramadhan dan juga puncaknya saat Lebaran bisa sangat banyak. Daftarnya panjang, antara lain biaya mudik, oleh-oleh atau hadiah buat saudara dan kerabat, renovasi rumah, kue lebaran, baju, sepatu, aksesori dan seterusnya.
Pada saat bulan Ramadhan, usahakan tidak menaikkan uang belanja harian. Jatah makan siang berubah menjadi jatah berbuka, sehingga sisanya tentu tidak ada perubahan.Sedangkan untuk Lebaran itu sendiri, prioritas pertama - kebutuhan terdekat – antara lain misalnya memberikan THR kepada para pekerja di rumah seperti pembantu rumah tangga, supir, pengasuh anak, dan mereka yang telah membantu kita melakukan pekerjaan rumah tangga saat kita bekerja di kantor. Bila kita mendapat THR dari tempat bekerja, mereka yang bekerja untuk kita juga berhak lho mendapatkan THR.
Priotitas kedua tentu saja menyiapkan makanan Lebaran. Bagi yang masih memiliki orang tua atau saudara dekat di kampung halaman, maka anggaran untuk mudik wajib disisihkan. Jangan lupa masukkan juga biaya oleh-oleh dan bantuan untuk sanak saudara. Bila dananya tidak ada, maka Anda dapat mengirimkan saja bantuan dana melalui transfer atau wesel. Mudik ke kampung halaman? Bisa ditunda untuk liburan berikutnya. Selain bebas dari kemacetan, umumnya harga kamar penginapan pun lebih murah saat musim sepi.
Pakaian baru, aksesoris dan hal-hal lain yang sifatnya kemewahan dapat ditunda lho. Bila terpaksa juga harus membeli, prioritaskan untuk keperluan anak-anak karena mereka sulit mengerti bila tidak mendapat barang baru. Nah, kalau dananya memang cukup maka tidak ada salahnya membeli barung baru untuk seluruh anggota keluarga.
3. Bagaimana supaya kita tidak ‘lapar mata’ untuk membeli (misalnya makanan yang belum tentu termakan, atau kebutuhan lebaran yang sebetulnya tidak benar-benar diperlukan)?
Wah, ini memang godaan standar orang berpuasa. Cara paling efektif tentu saja dengan metode amplop yang sudah dijelaskan sebelumnya itu. Selain itu, kurangi bepergian ke pusat perbelanjaan dan habiskan waktu untuk mengaji dan beribadah.
4. Tips untuk ibu-ibu rumah tangga agar bijak mengatur keuangan di bulan Ramadan ini?
Penting kita ingat bahwa jangan habiskan seluruh uang gaji dan THR hanya untuk kebutuhan jangka pendek! Sisihkan juga minimal 10% untuk tujuan keuangan yang akan jatuh tempo dalam 1 tahun sampai 3 tahun mendatang dan minimal 5% untuk investasi masa depan.
Setiap penghasilan yang diterima, termasuk THR, harus dapat disisihkan untuk;
1. Zakat atau kegiatan sosial lain,
2. Assurance dalam bentuk dana darurat dan kebutuhan proteksi,
3. Present Consumption atau keperluan hidup saat ini (kebutuhan jangka pendek),
4. Future Spending atau tujuan keuangan jangka menengah,
5. Investment yaitu investasi masa depan.
Intinya, kuatkan persepsi perbedaan antara keinginan dengan kebutuhan Anda. Biasanya, selama bulan ramadhan, level keinginan lebih tinggi daripada kebutuhan. Kelemahan Anda inilah yang dimanfaatkan para pelaku bisnis untuk meraup untung sebanyak-banyaknya.
Ketatkan ikat pinggang biar kantong tak jebol dan masa depan lebih jelas :)
Selamat berbuka puasa :)
1. Prioritas kebutuhan Buatlah catatan keperluan-keperluan penting Anda seperti beras, minyak, gula, dll. Jika memungkinkan, beli dalam jumlah banyak sebagai stok untuk memenuhi kebutuhan selama satu bulan agar mendapat harga lebih ringan. 2. Mengatur menu Buatlah daftar dan persiapkan menu-menu yang akan Anda hidangkan untuk sahur dan berbuka agar mengurangi beli makanan diluar. Dengan cara ini, selain lebih hemat, juga lebih sehat. 3. Menabung Pengeluaran anda selama siang hari bisa sebaiknya ditabung. Misal, jika biasanya menghabiskan Rp 20 ribu untuk makan siang, Anda bisa tabung jumlah tersebut untuk keperluan yang mendesak. 4. Jaga hawa nafsu Menjaga perasaan sabar tidak hanya selama menjalani puasa, tetapi juga setelah selesai berpuasa. Maksudnya, umat mayoritas islam cenderung mengeluarkan uang lebih banyak untuk berbuka puasa. Menuruti hawa nafsu yang– sebagian bilang– “cuma lapar mata”. Padahal, berbuka puasa sederhana dengan teh manis dan kurma sudah cukup. 5. Belanja lebih awal Membeli kebutuhan ramadhan dan lebaran di jauh-jauh hari sebelumnya karena semakin dekat hari raya, semakin tinggi biasanya harga-harga melambung.
Read more at: http://ciricara.com/2012/07/23/ciricara-agar-pengeluaran-tak-boros-selama-ramadhan/
Copyright © CiriCara.com
Read more at: http://ciricara.com/2012/07/23/ciricara-agar-pengeluaran-tak-boros-selama-ramadhan/
Copyright © CiriCara.com
Wednesday, 4 July 2012
7 Tips Mengelola Gaji Bulanan
Kejadian tentang sindrom gaji 1 koma (alias tanggal 1 gajian sudah koma) erat kaitannya dengan teknis mengelola gaji. Berikut tips mengelola gaji :
1. Sisihkan Gaji
Sisihkan 10 sampai 30 persen gaji setelah menerima gaji, lalu simpan di rekening bank yang khusus untuk menabung. Usahakan jangan pernah memakai uang yang berada di bank tersebut. Agar tidak tergoda untuk melakukan penarikan uang, jangan membuat fasilitas kartu ATM pada akun bank tersebut.
2. Buat Prioritas
Sisihkan 10 sampai 30 persen gaji setelah menerima gaji, lalu simpan di rekening bank yang khusus untuk menabung. Usahakan jangan pernah memakai uang yang berada di bank tersebut. Agar tidak tergoda untuk melakukan penarikan uang, jangan membuat fasilitas kartu ATM pada akun bank tersebut.
2. Buat Prioritas
Membuat prioritas dalam pengeluaran. Dahulukan membayar tagihan-tagihan sebelum membelanjakan uang untuk kepuasan semata. Anda harus menyisihkan uang di awal untuk membayar tagihan-tagihan tersebut.
3. Jangan Belanjakan Sekaligus
Saat menerima gaji, jangan membelanjakan uang Anda sekaligus. Rencanakan setiap bulan seberapa banyak Anda akan mengeluarkan uang untuk belanja dan taat pada rencana tersebut.
4. Bijak Saat Berbelanja
Jangan membeli berdasarkan keinginan, namun berdasarkan kebutuhan. Saat Anda berpikir membutuhkan tas baru, pikirkan dua kali, apakah tas lama agan benar-benar tidak bisa dipakai sampai harus membeli yang baru? Jika tidak, bahkan mungkin masih ada beberapa tas di dalam lemari, sebaiknya alokasikan untuk keperluan lain yang lebih penting, atau ditabung.
5. Belanja Sesuai Kemampuan
Berbelanjalah sesuai uang yang Anda punya bulan ini, bukan berdasarkan seberapa uang atau bonus yang akan Anda dapat di kemudian hari. Ingat, jangan mengeluarkan uang untuk keperluan tidak penting dan berharap akan mendapatkan uang ekstra setelahnya.
6. Batasi Penggunaan Kartu Kredit
Jangan memiliki lebih dari dua kartu kredit di dalam dompet jika agan tidak bisa mengontrol penggunaanya. Gunakan kartu kredit secara bijaksana agar agan tidak terbebani saat membayarnya. Tuntaskan semua pembayaran kartu kredit dan utang lainnya, segera setelah gaji Anda masuk. Dengan melunasi tagihan tersebut, di bulan-bulan berikutnya Anda tidak akan terbebani lagi dengan utang.
7. Investasi
Investasikan gaji Anda dengan mengikuti asuransi, bermain reksadana, menabung emas atau mendepositokan uang yang bisa ditarik sesuai persetujuan. Dengan cara ini sama saja seperti agan menabung disiplin.
3. Jangan Belanjakan Sekaligus
Saat menerima gaji, jangan membelanjakan uang Anda sekaligus. Rencanakan setiap bulan seberapa banyak Anda akan mengeluarkan uang untuk belanja dan taat pada rencana tersebut.
4. Bijak Saat Berbelanja
Jangan membeli berdasarkan keinginan, namun berdasarkan kebutuhan. Saat Anda berpikir membutuhkan tas baru, pikirkan dua kali, apakah tas lama agan benar-benar tidak bisa dipakai sampai harus membeli yang baru? Jika tidak, bahkan mungkin masih ada beberapa tas di dalam lemari, sebaiknya alokasikan untuk keperluan lain yang lebih penting, atau ditabung.
5. Belanja Sesuai Kemampuan
Berbelanjalah sesuai uang yang Anda punya bulan ini, bukan berdasarkan seberapa uang atau bonus yang akan Anda dapat di kemudian hari. Ingat, jangan mengeluarkan uang untuk keperluan tidak penting dan berharap akan mendapatkan uang ekstra setelahnya.
6. Batasi Penggunaan Kartu Kredit
Jangan memiliki lebih dari dua kartu kredit di dalam dompet jika agan tidak bisa mengontrol penggunaanya. Gunakan kartu kredit secara bijaksana agar agan tidak terbebani saat membayarnya. Tuntaskan semua pembayaran kartu kredit dan utang lainnya, segera setelah gaji Anda masuk. Dengan melunasi tagihan tersebut, di bulan-bulan berikutnya Anda tidak akan terbebani lagi dengan utang.
7. Investasi
Investasikan gaji Anda dengan mengikuti asuransi, bermain reksadana, menabung emas atau mendepositokan uang yang bisa ditarik sesuai persetujuan. Dengan cara ini sama saja seperti agan menabung disiplin.
Semoga bermanfaat.
Subscribe to:
Posts (Atom)











